Tak seperti biasa, tak ada suara kembang api di malam tahun baru 2020—bahkan sampai di hari kedua. 70 persen wilayah Kota Bekasi tergenang air.

Spesifiknya, dari data BNPB, ada 53 titik banjir di Kota Bekasi dengan ketinggian air mencapai 1 sampai 2,5 meter. Yang paling parah di Perumahan Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih. Sedangkan banjir dengan ketinggian air 1 sampai 2 meter terdapat di 49 titik. Ini adalah banjir terdahsyat yang pernah terjadi.

Ada 104.114 rumah yang terendam banjir dan mengakibatkan 366.274 jiwa mengungsi. Tidak hanya kehilangan harta benda, banjir di Kota Bekasi juga menelan korban nyawa: 9 orang terseret arus dan tertimpa puing bangunan.

 

Respons Cepat

BAZNAS Kota Bekasi terjun ke lokasi banjir sejak hari pertama, Rabu, 1 Januari 2020. Tim berangkat menuju Kantor Logistik dan Peralatan BNPB di PGP, Jatirasa, Jatiasih, untuk menentukan respons cepat dan terukur yang bisa kami lakukan.

Akses menuju PGP terputus, baik dari arah Cipendawa, Kemang Pratama, Pekayon (sorenya di Jl. Raya Pekayon tepatnya di Galaxy, Jakasetia, atau Perum Pondok Mitra Lestari, tergenang hingga sepinggang). Dengan berbagai keterbatasan, kami melakukan assessement di dua lokasi: Bumi Nasio Indah, Jatiasih, dan Perum Jaka Kencana, Bekasi Selatan.

Kami pun memutuskan melakukan intervensi di RW 05 Perum Jaka Kencana, Bekasi Selatan, karena kondisinya yang cukup parah. Di rumah salah seorang warga yang dijadikan posko pengungsi, kami membagikan 30 nasi bungkus, popok bayi, dan hygine kit.

Esoknya, Kamis, 2 Januari 2020, kami membagikan 300 bungkus nasi kepada sebagian warga Perum Jaka Kencana dan di 3 blok Perum Depnaker yang terendam banjir rerata 2 meter. 300 nasi bungkus tersebut adalah buah kerjasama BAZNAS Kota Bekasi dengan relawan di RT 02 RW 01 Jakasetia yang membelanjakan kebutuhan makanan malam sebelumnya.

Kami juga menyempatkan diri membantu warga untuk membersihkan Masjid Al Muhajirin di Jl. Anggrek 7 Blok D RT 05 RW 01 Jakasetia yang terendam lumpur semata kaki pada Kamis siang (2/1), agar masjid tersebut bisa digunakan salat Jumat esok harinya.

 

Menerima & Menyalurkan Donasi

Selain menyalurkan bantuan dari internal, tim di lapangan juga terus mengupdate perkembangan kondisi. Beberapa donatur mengontak kami untuk menyalurkan bantuan, di antara yang diberikan di hari kedua banjir adalah: 5 boks roti, 48 pcs susu, 4 kardus pakaian layak pakai, dan 50 bungkus nasi.

Sementara di lokasi lain, Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Ismail Hasyim menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk membackup kebutuhan dapur umum di Komplek Pemkot Bekasi.

BAZNAS Kota Bekasi juga berkoordinasi dengan Ketua UPZ Kecamatan untuk mendapatkan update kondisi wilayah masing-masing, kemudian menyalurkan Rp25 juta untuk 10 kecamatan terdampak. Bantuan tersebut bisa disalurkan dalam bentuk makanan siap saji, alat kebersihan, dan kebutuhan lainnya.

Masih di hari yang sama, malamnya kami menyalurkan 200 boks nasi bantuan dari BAZNAS Indonesia ke sejumlah titik prioritas: Jl. Kartini RT 08 RW 03 Kel. Margahayu, kepada para pengungsi di kawasan Pangeran Jayakarta, Medan Satria, yang kami salurkan lewat Kelurahan Harapan Mulya, dan Perum Jaka Kencana.

Di hari ketiga, Jumat, 3 Januari 2020, kami kembali membagikan nasi bungkus ke beberapa titik prioritas yang masih tergenang air: Kelurahan Harapan Mulya Medan Satria, Jl. Kartini Margahayu Bekasi Timur, Kp Dua Ratus Margajaya Bekasi Selatan, dan Kali Baru Medan Satria.

Kemudian di hari keempat, Sabtu, 4 Januari 2019, kami melakukan kerja bakti di Masjid Nurul Islam Kemang Ifi Graha, Jatirasa, Jatiasih, yang terendam lumpur semata kaki. Selepas kerja bakti, kami membagikan 75 bungkus nasi kepada warga yang rerata rumahnya masih terendam air bercampur lumpur.

Dan di hari kelima, Minggu, 5 Januari 2019, BAZNAS Kota Bekasi bekerjasama dengan RS Ananda melaksanakan kegiatan pengobatan gratis di lokasi tak jauh dari Masjid Nurul Islam. Ada 44 pasien yang memanfaatkan pelayanan tersebut. Di akhir kegiatan, kami kembali membagikan 60 nasi bungkus kepada masyarakat terdampak banjir. (sbi)