BAZNAS Kota Bekasi mensupport keberangkatan kafilah Kota Bekasi untuk MTQ XXXVI Jawa Barat tahun 2020 di Kabupaten Subang pada 3-11 September dengan biaya operasional senilai Rp200 juta, yang diserahkan kepada Ketua LPTQ Kota Bekasi Ismail Hasyim pada Senin (31/8).

Serah terima yang disaksikan Asda II Kota Bekasi dan Kabag Kessos Kota Bekasi tersebut mempersyaratkan dana zakat agar digunakan untuk kepentingan peserta seperti makan dan uang saku. Tidak diperkenankan untuk akomodasi stakeholder demi menjaga kepatutan syariat.

“Selain itu, ada klausul LPTQ Kota Bekasi diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban sesuai dengan asnaf anggaran yang diusulkan. Saya berharap semoga anak-anak kita bisa meraih prestasi optimal di ajang MTQ tahun ini,” ujar Ketua BAZNAS Kota Bekasi H. Paray Said.

Tiga hari setelahnya, Kamis (3/9), Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto yang sekaligus Ketua LPTQ Kota Bekasi melepas 36 kafilah di Stadion Patriot Candrabhaga. Ia mengaku bangga ada 36 putra daerah yang memahami isi kandungan Al-Qur’an dan akan berlaga mengharumkan nama kota.

MTQ ke-36 ini memperlombakan tujuh cabang: Tilawah (seni baca Al-Qur’an), Tahfidz (hafalan), Tafsir (B. Arab, B. Indonesia, B. Inggris), Syarhil Qur’an (pidato), Fahmil Qur’an (cerdas cermat seputar isi kandungan AI-Qur’an), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Kaligrafi (seni menulis ayat AI-Qur’an).

 

Jenguk Kafilah Kota Bekasi

Rombongan BAZNAS Kota Bekasi berkunjung ke Subang untuk melihat berlangsungnya MTQ XXXVI Jawa Barat, Selasa, (8/9). Sejumlah lokasi yang dikunjungi yaitu KBIHU Darul Fallah untuk cabang tafsir Bahasa Inggris Putra dan Aula PGRI Subang untuk cabang tafsir Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi H. Paray Said menyimak dengan saksama saat kafilah Kota Bekasi tampil diuji para dewan juri. Saat menyaksikan cabang tafsir Bahasa Inggris putri, misalnya, Farah Abidah, 19 tahun, yang merupakan peserta termuda, tampil memukau.

Farah meraih emas di event dua tahunan tersebut. Mahasiswi Ekonomi Syariah LIPIA tersebut mengikuti MTQ dan STQ sejak 2016, setiap tahun, dan prestasinya terus meningkat. Di MTQ 2016, ia mengikuti golongan 20 juz, tahun 2018 30 juz dan juara III, dan kini ia juara I.

Farah menghafalkan Al-Qur’an sejak 1 SLTP dan hafal 30 juz saat kelas 3. Ia juga sempat belajar Bahasa Inggris di Pare, Kediri, selama 6 bulan, sehingga ia bisa berkompetisi di Cabang Tafsir Bahasa Inggris. Ia belajar mandiri meski persiapan MTQ kali ini terkendala COVID-19.

Alumni Darul Qur’an Bogor ini mengaku tak sabar ingin merasakan pengalaman berlaga di level nasional, di MTQ XXVIII di Padang Pariaman akhir tahun ini. Farah realistis terkait target yang ingin ia raih di MTQ nasional, yang paling penting baginya adalah pengalaman.

“Ingin merasakan pengalaman dibina para profesor di provinsi [untuk level nasional pembinanya bukan lagi oleh LPTQ Kota Bekasi, tapi LPTQ Jabar]. Yang paling penting bagi saya adalah motivasi untuk terus belajar,” ujar perempuan yang tinggal di RT 08 RW 09 Jatimakmur, Pondok Gede ini.

Ketua Harian LPTQ Kota Bekasi Ismail Hasyim mengatakan, selain mengandalkan Cabang Tahfidz dan Tilawah, kafilah Kota Bekasi memang sudah memproyeksikan untuk bisa meraih hasil optimal di Cabang Tafsir Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. COVID-19 cukup menjadi kendala persiapan.

Komposisi prestasi yang diraih kafilah Kota Bekasi adalah Farah Abidah (juara I lomba tafsir Bahasa Inggris Putri), Andini Asma Azzura (juara II Murottal Putri), Muhammad Faris Rasyid (juara III Tafsir Bahasa Arab), Rara Maftuha (juara harapan I Qira’at Sab’ah golongan remaja Murottal Putri),

Deden Faturohman (juara harapan 1 Qiro’at Sab’ah Remaja Murottal Putra), Chairiyah Pulungan (juara harapan 1 Qiro’at Sab’ah Dewasa Murottal Putri), Rifqi Aunur Rohman (juara harapan 2 Tilawatil Qur’an Kanak-Kanak Putra), dan Aulia Rahman Iskandar (juara harapan III tafsir Bahasa Indonesia Putra).

Wali Kota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi menyampaikan terima kasih kepada para peserta MTQ yang telah pulang dengan membawa prestasi dan memberikan semangat untuk tidak putus asa kepada mereka yang belum beruntung, agar mereka lebih giat lagi dalam berlatih.

“Yang terpenting bukan prestasinya tapi para kafilah yang ada di sini asli Kota Bekasi tidak ada yang dari luar Kota Bekasi. Semoga hasil ini menjadi motivasi ke depannya sehingga Kota Bekasi lebih berprestasi lagi juga. Terima kasih atas perjuangan yang telah diraih,” tukasnya. (sbi)