Rp3,4 miliar dana zakat disalurkan kepada 5.204 penerima manfaat individu dan 953 penerima manfaat lembaga/ organisasi—penyaluran dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah BAZNAS Kota Bekasi.

Torehan sejarah itu semakin ditahbiskan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Republik Indonesia Prof Dr Bambang Sudibyo yang menyerahkan piagam BAZNAS Award 2018 kategori Kepala Daerah Pendukung Kebangkitan Zakat kepada Wali Kota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi yang diterimakan Kabag Kessos Setda Kota Bekasi Dr. H. Ahmad Yani di Islamic Centre, Rabu, 3 Oktober 2018.

Bambang menyebut, ia tahu bahwa BAZNAS Kota Bekasi adalah BAZNAS yang besar di Provinsi Jawa Barat. Mantan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu memotivasi BAZNAS Kota Bekasi agar tak ketinggalan dengan prestasi yang berhasil ditorehkan Wali Kota.

“Sebab kategorinya banyak, mulai dari kategori pendistribusian, pengumpulan, pelaporan, banyak sekali,” katanya.

Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF) ini ingin agar support optimal yang didapatkan dari Wali Kota Bekasi—yang tentu berdampak terhadap pengelolaan zakat, infak, sedekah—dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai instrumen utama dalam meningkatkan prestasi dalam ajang BAZNAS Award.

Bambang kembali menekankan pentingnya setiap individu menunaikan kewajiban zakatnya. Ia mengajak seluruh komponen untuk tak jemu-jemu mengingatkan lewat pelbagai jalur sosialisasi ihwal zakat yang tak hanya fitrah ketika Ramdan saja, tetapi juga ada zakat profesi, yang apabila itu tidak ditunaikan, maka konsekuensi transendentalnya akan ditanggung setiap individu di sepanjang hayat.

“Karena itu menyangkut hak orang lain,” ungkapnya.

Pria kelahiran Temanggung 66 tahun lalu ini juga menginstruksikan agar seluruh BAZNAS Kota/ Kabupaten se-Jawa Barat bahu membahu menggalang donasi untuk saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah yang baru saja dihantam tsunami yang memporak-porandakan infrastruktur fisik dan merobohkan kokohnya jiwa warga Sulteng.

Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil menyampaikan sambutan yang dibacakan oleh Asda I Pemprov Jabar H. Dady Iskandar. Menurut Ridwan, visi pengelolaan zakat yang mencakup dimensi keagamaan, sosial, kemanusiaan, dan peningkatan kesejahteraan, komplementer dengan visi Jabar Juara Lahir Batin.

Kang Emil, sapaan akrabnya, meyakini BAZNAS Kota Bekasi akan menjadi BAZNAS yang besar di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Maka agar sampai pada cita-cita tersebut, akuntablitas, inovasi, dan prinsip amanah adalah kunci, di samping dukungan kepala daerah, alim ulama, serta masyarakat yang religius Kota Bekasi.

Apalagi potensi zakat di Jabar mencapai angka Rp25 triliun. Karenanya, Pemprov Jabar akan berinovasi dengan menggalakkan zakat digital. Kang Emil ingin menggenjot sektor pengumpulan yang sedari awal menunjukkan kenaikan. Pada 2015, ZIS yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp164 miliar, meningkat di tahun 2016 menjadi Rp318 miliar, dan tahun 2017 menjadi Rp453 miliar. (sbi)