Rabu, 11 Desember 2019, BAZNAS Kabupaten Sragen berkunjung ke BAZNAS Kota Bekasi. Setelah menyantap kuliner khas Bekasi kue selendang mayang, rombongan yang terdiri dari 13 orang tersebut saling berkenalan kemudian menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan pengelolaan zakat di Kota Bekasi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sragen Drs. H. Mahmudi, M.Ag menanyakan pola sinergitas yang dibangun BAZNAS Kota Bekasi dengan kepala daerah, yang barang tentu berkorelasi langsung terhadap pengumpulan zakat profesi ASN.

Dijelaskan Ketua BAZNAS Kota Bekasi H. Paray Said, bahwa BAZNAS Kota Bekasi melalui perangkat pimpinannya selalu hadir dan berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan pimpinan daerah. Selain sudah menjadi tugasnya, kehadiran BAZNAS ternyata bisa menjadi wasilah sentimen positif steakholder terkait.

“Di antara outcomenya adalah kebijakan kerjasama pemotongan zakat profesi langsung via Bank Jabar Banten,” kata Paray.

Hal berbeda disampaikan Mahmudi. Di Sragen, kepala daerah belum terlalu support terhadap pengelolaan ZIS oleh BAZNAS. Sebabnya adalah masih adanya pikiran bahwa menunaikan kewajiban zakat tidak harus lewat BAZNAS. Bisa langsung, atau lewat lembaga zakat yang lain.

Mahmudi menambahkan, pada tahun 2017 saat BAZNAS Sragen mendapatkan BAZNAS Award untuk kategori Operasional Kelembagaan terbaik, lebih dari 30 BAZNAS kota/ kabupaten melakukan kunjungan kerja ke sana. Akibatnya, kata dia, secara tak sadar BAZNAS Sragen ketinggalan karena merasa sudah established.

“Sibuk terima tamu, jadi kurang ilmu. Karenanya tahun ini kami belajar ke beberapa daerah lain, termasuk Kota Bekasi, agar bisa melejit,” ujarnya.

Mahmudi mengatakan, pengumpulan zakat di Sragen masih manual; UPZ Organisasi Perangkat Daerah menyetorkan uang ke BAZNAS Sragen belum dengan data by name by address. Menurut Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sragen pun, dari seluruh ASN, baru 36 persen yang menunaikan kewajiban zakatnya melalui BAZNAS.

“Makannya kami ingin mengusulkan kepada Bupati agar dilakukan upaya-upaya optimalisasi terutama di bidang penghimpunan zakat, syukur-syukur bisa payroll,” jelasnya. (sbi)